Kebaikan tidak bernilai selama diucapkan akan tetapi bernilai sesudah dikerjakan

Tampilkan postingan dengan label Gaya Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Muslimah. Tampilkan semua postingan
  La Tahzan Allahuma’ana..

‘Jangan bersedih Allah bersamakita’. Kalimat tersebut berkali-kali Allah sebutkan dalam Al-Qur’an. Inilah kata motivasi yang paling hakiki. Allah ingin umatnya sangat yakin bahwa hanya bersama Allahlah dan bersandar padaNya semua masalah akan berakhir. Tidak ada satupun masalah yang tak ada solusinya. Proses apapun yang dilalui untuk mendapatkan solusi dari masalah itu akan diperhitungkan sebagai amal ibadah bila ikhlas menerima dan menjalaninya. Itulah kemahaadilan Allah.

Tak ada sedikitpun Allah ingin melihat umatnya bersedih dan menderita. Balasan yang baik pasti kebaikan. Bahkan kejelekan pun tak dianggap kejelekan bila belum dilakukan. Tapi kebaikan telah dianggap kebaikan walau hanya berupa lintasan pikiran. Keyakinan Allah bersama kita akan membangkitkan semangat yang luar biasa. Kelumpuhan, ketidaksempurnaan fisik tidak akan menjadi penghalang untuk meraih cita-cita mulia berada di jalan yang diridhoi-Nya. 
‘Man jadda wa jadda’ (siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan mendapatkannya), itulah kata mutiara yang juga akan membawa hakikat semangat hidup lebih hidup. Allah pasti tahu apa saja yang telah dilakukan oleh umatnya. Tak ada satu perbuatan pun yang luput dari penglihatan Allah. Allah tak akan pernah ingkar janji. Bila tidak sekarang, mungkin nanti setiap do’a itu akan terkabulkan. Bilapun tidak di dunia, Insya Allah di akhirat nanti do’a-do’a itu akan melindungi diri dari siksa neraka yang maha perih.

Semua Sama di Hadapan Allah Manusia kadang masih menempatkan manusia lainnya dalam kotak-kotak yang berbungkus kelas, harta, kecantikan, kecerdasan, dan lain-lain. Tapi Allah tidak. Semua manusia sama di hadapan Allah. Hal yang membedakan hanyalah amal perbuatannya. Keadilan ini akan membuat orang selalu berpikir bahwa tiada artinya kecantikan fisik bila hati dan jiwa tak terselimuti dengan kecantikan juga. Allah tak pernah memandang kecantikan sebagai sesuatu yang akan menempatkan si cantik di surga bila tak memenuhi syarat ketaqwaan.

Allah Benci Kesombongan. Bila sudah merasa sering beribadah lalu berpikir bahwa dirinya lebih alim daripada orang lain, maka terimalah siksaan dari Allah. Allah benci sekali kesombongan apapun bentuk dan berapapun kadarnya. Hanya Allahlah yang berhak untuk sombong. Kesombongan masih diperbolehkan bila berniat memberi pelajaran bagi orang-orang yang sombong. Kesadaran tidak boleh sombong ini akan membuat umat Islam selalu merasa belum mempunyai apa-apa dan tidak akan memandang orang lain dengan mata merendahkan dan meremehkan. Tidak ada yang tahu apakah amal ibadah kita akan diterima 100%.

Hanya keyakinanlah yang membuat kita percaya bahwa perbuatan baik kita akan dinilai baik oleh Allah. Jadi bila ada pendosa, janganlah sesekali mengatakan bahwa pendosa itu pasti masuk neraka. Kita tidak tahu perjalanan hidup kita ke depan. Bahwa keistiqomahan itu harus selalu dijaga adalah sesuatu yang sangat berat untuk dilakukan. Bisa jadi orang baik sekarang akan menjadi mantan orang baik di akhir hidupnya. Sebaliknya bisa jadi pendosa sekarang akan menjadi orang alim di kemudian hari.
Jadi janganlah sombong dan merasa paling baik dan paling suci.

8G PADA LELAKI YANG DI BENCI OLEH WANITA

1.Garang

( garang tak bertempat, suka mencarut, suka cari gaduh, cakap kasar, suka marah2 tak bertempat, silap sikit tak boleh... macam ler dia betul semua, dsb) Lelaki perlu menginsafi diri bahawa wanita bukan alat untuk melepaskan kemarahan atau perasaan geram, sebaliknya dihargai dan dilayan dengan lemah-lembut.

2.Ganas

(kaki pukul,dengan perempuan pun nak tunjuk kuat sebab tahu perempuan bukan lawannya) Lelaki bersikap ganas memang perkara utama yg dijauhi wanita sebab tak mahu mata biru atau badan lebam-lebam bila dah kahwin. Tidak kasihankah lelaki pada wanita yang lemah? Wanita bukan lawan lelaki sebaliknya lelakilah yang patut melindungi wanita.

3.Gementar

(takut sangat, tak yakin diri sendiri, tak percaya kebolehan diri, bergantung pada orang lain,dsb) Contohnya,depan perempuan, lidah kelu sampai ayat yg dilafaz kan pun tak jelas isi butir. Lelaki perlu mengatasi rasa gementar.

4.Gabrah

(tak pandai buat keputusan sendiri, ikut pendapat perempuan saja) Perempuan tak suka lelaki yang tiada keyakinan diri atau cepat panik menghadapi sesuatu perkara.

5.Gentleman tiada

(langsung tak gentle, p entingkan diri sendiri,ambik kesempatan,dsb) Kalau masa bercinta tak gentleman,inikan pula kalau dah kahwin nanti.Lelaki perlulah menghormati wanita selayaknya. Sudah pasti wanita itu juga akan menghormati lelaki dengan perasaan hormat lagi

6.Gerumal

(bahasa kedah -bohong atau tipu. Suka tipu perempuan untuk kepentingan diri sendiri. Sekali dua boleh maaf, tapi ni berkali2.) Lelaki tidak boleh menggunakan alasan bohong sunat utk melepaskan diri sebaliknya belajarlah untuk menjadi jujur dan bercakap benar dengan wanita.Bukankah berani kerana benar, takut kerana salah? Jika asyik membohongi wanita, sudah pasti kepercayaannnya kepada anda akan musnah.

7.Ganggo

(keterlaluan- lembut sangat,pemalu sangat,pendiam sangat,macho sangat, dll)Perempuan pun naik lemas jika lelaki bersikap keterlaluan dalam sesuatu hal.Cubalah bersikap sederhana dan mengimbangi karektor diri anda dengan baik.

8.Gatal

(miang keladi ngan perempuan lain selain dengan isteri)Tak boleh tengok perempuan dahi licin atau anak dara, mulalah pasang niat nak mengorat. Anda perlu ingat, kadangkala perempuan berpura2 melayan anda k erana ada udang sebalik batu.Mungkin dia bermata materialistik dan cintakan duit anda sahaja. Fahamilah perasaan isteri atau pasangan anda yang mencintai anda sepenuh hati! Bukankah lebih baik men ggoda isteri sah anda daripada menggoda perempuan lain yang bukan hak anda.

PERCAYA DIRI :)

Percaya diri itu bukan ditentukan oleh tampilan fisik. Sayangnya banyak orang yang masih berpikiran bahwa kepercayaan diri datang dari tampilan fisik. Jika Anda terbebas dari kesalahan ini, maka peluang Anda untuk memiliki rasa percaya diri sesungguhnya lebih terbuka. Bagaimana bisa memiliki rasa percaya diri, jika pemahamannya saja masih salah?

Kesalahan terbesar itu ialah saat kita mengandalkan kepercayaan diri kepada tampilan fisik. Yang dimaksud fisik disini ialah baik tubuh kita maupun pakaian atau aksesoris yang dipakai. Memang pakaian, kendaraan, perhiasan, atau aksesoris bisa meningkatkan kepercayaan diri, tetapi ini bukanlah yang utama, hanya “bumbu”.

Percaya diri sesungguhnya berbicara tentang semua potensi diri Anda. Bukan karena pakaian atau kendaraan Anda. Percaya diri meliputi ilmu, kemampuan berpikir, kemampuan belajar, keterampilan, dan berbagai potensi diri Anda yang lainnya.

Banyak orang yang tidak memiliki pakaian dan kendaraan mewah, tetapi dia tetap percaya diri. Dia bisa melakukan apa yang ingin dia lakukan tanpa terhalang oleh kekurangan materi yang dia miliki.

Yang kedua adalah masalah fisik yang meliputi tubuh dan wajah. Anda tahu dr Maltz? Dia seorang ahli bedah plastik yang beralih profesi jadi guru pengembangan diri. Kenapa? Karena banyak orang yang meminta dioperasi plastik untuk meningkatkan kepercayaan diri, padahal masalahnya bukan di fisik.

Setelah dia memberikan konsultasi, banyak diantara mereka membatalkan operasinya. Mereka bisa menjadi lebih percaya diri tanpa harus dioperasi. Yah… dia semakin pandai membuat orang tidak dioperasi, padahal itu adalah profesinya.

Sering kali, orang yang ingin merubah fisik hanya karena “opini”, baik dari diri sendiri maupun pengaruh dari pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari perubahan fisik tersebut. Sejatinya… kepercayaan diri tidak ditentukan oleh ukuran fisik.

Banyak orang yang memiliki kekurangan secara fisik, namun mereka tetap menjalankan hidup seperti orang lain yang tidak cacat. Bahkan sebagian mereka juga, sukses besar mengalahkan kebanyakan orang yang normal. Sebuah fakta tidak terbantahkan kalau mereka tetap percaya diri.

Masihkah Anda mengandalkan fisik? Silahkan Anda tampil sebaik mungkin, tapi itu bukan yang utama, kepercayaan diri itu sebenarnya muncul dari dalam diri Anda. Anda pun bisa percaya diri, jika tahu caranya.

Inner Beauty Muslimah Sejati

Setiap muslimah senantiasa mendambakan kecantikan fisik. Tetapi ingat, kecantikan dari dalam (inner beauty) adalah hal yang lebih penting daripada kecantikan fisik belaka. Karena, apa gunanya seorang muslimah cantik fisik tetapi tidak memiliki akhlak terpuji. Atau apa gunanya cantik fisik tetapi dibenci orang-orang sekitar karena tindak-tanduknya yang tidak baik. Karena itu, kecantikan dari dalam memang lebih diutamakan untuk menjaga citra diri seorang muslimah.

Menjaga kecantikan dari dalam berarti menjaga etika dan budi pekerti baik, serta menggunakan anggota tubuh untuk hal-hal yang baik berdasarkan sudut pandang syariat Islam. Sebagai contoh, bibir yang indah tak hanya indah menarik secara fisik, tapi juga meniscayakan penuturan kata-kata baik dan ucapan santun. Tutur kata santun dan ucapan yang baik memberi kesan mendalam bagi orang lain.

Allah pun dengan tegas menyatakan bahwa antara ciri hamba-Nya yang baik adalah mereka yang baik ucapannya. Mereka yang apabila dihina atau dicaci oleh orang yang jahil (tidak berilmu), mereka tidak membalasnya kecuali dengan kata-kata baik dan lemah lembut. Dia berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang- orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (Al-Furqan: 63)

**…seorang muslimah yang baik akan meninggalkan perkataan-perkataan tidak bermanfaat…**

Tak hanya itu, seorang muslimah yang baik akan meninggalkan perkataan-perkataan tidak bermanfaat. Rasulullah bersabda, “Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.” Mengenai hadits ini, Imam Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan, “Kebanyakan pendapat yang ada tentang maksud meninggalkan apa-apa yang tidak penting adalah menjaga lisan dari ucapan yang tidak berguna.”

Dalam Ad-Daa` wa Ad-Dawaa`, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menerangkan lebih lanjut, “Menjaga lisan adalah agar jangan sampai seseorang mengucapkan kata-kata yang sia-sia. Apabila dia berkata hendaklah berkata yang diharapkan terdapat kebaikan padanya dan manfaat bagi agamanya.

Apabila dia akan berbicara hendaklah dia pikirkan, apakah dalam ucapan yang akan dikeluarkan terdapat manfaat dan kebaikan atau tidak? Apabila tidak bermanfaat hendaklah dia diam, dan apabila bermanfaat hendaklah dia pikirkan lagi, adakah kata-kata lain yang lebih bermanfaat atau tidak? Supaya dia tidak menyia-nyiakan waktunya dengan yang pertama (tidak bermanfaat) itu.”

Termasuk dalam hal ini adalah menjauhi perbuatan ghibah yang berkaitan erat dengan lisan yang mudah bergerak dan berbicara. Maka hendaknya para muslimah memperhatikan apa-apa yang diucapkan. Jangan sampai terjatuh dalam perbuatan ghibah yang tercela. Bila setiap wanita muslim bisa menjaga lisan dari mengganggu atau menyakiti orang lain, insya Allah mereka akan menjadi seorang muslimah sejati.

Rasulullah SAW bersabda, ”Seorang muslim sejati adalah bila kaum muslimin merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Muslim)

Pun demikian dengan anggota tubuh lainnya, seperti mata. Untuk menjadikan sepasang mata yang indah dan memesona, maka pandanglah kebaikan-kebaikan dari orang-orang, jangan mencari-cari keburukan mereka. Allah berfirman mengenai hal ini, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.” (Al-Hujurat: 12).